PT AAF Kembali ke Negara, Masyarakat Gelar Syukuran

Lhokseumawe – Perjuangan panjang masyarakat Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh utara, untuk menghidupkan kembali Pabrik Pupuk PT Asean Aceh Fertilizer (PT AAF) dibawah kepemilikan oleh negara, kini telah menuai hasil. Dan tak lama lagi, direncanakan PT AAF akan segera beroperasi kembali.Dalam rangka kembalinya aset PT AAF kepada negara, masyarakat mengadakan kenduri syukuran sekaligus memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, dan menyantuni 1000 anak yatim di masjid Al-Qausar Komplek AAF Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara , Selasa (24/4).

Tokoh sekaligus pengusaha muda Aceh, Fakhrul Razi H Cut, menceritakan sekilas perjuangan mereka. Pada akhir 2010, sejumlah 40 orang mewakili masyarakat Aceh Utara atas inisiatif dan biaya sendiri beraudiensi ke Gubernur Aceh ,DPR-RI, Menteri BUMN dan Mahkamah Agung untuk mendesak pemerintah agar segera menghidupkan kembali pabrik-pabrik besar di Aceh Utara, khususnya PT AAF.

Menurutnya, dengan tidak beroperasi lagi pabrik AAF, KKA dan Aromatic dan sekaratnya PT PIM, mengakibatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat Aceh sangat terpukul dan berantakan. “Harapan akan membaiknya nasib anak cucu kita sebagaimana didengungkan pada waktu pembebasan tanah dulu, makin pudar,” ujarnya.

Fakhrul menambahkan, proses penutupan dan likuidasi PTAAF sempat terkatung-katung. “Namun pada awal tahun 2011, Alhamdullilah pemerintah membatalkan penjualan asset AAF kepada swasta. Hal ini ternyata berbuntut pada terjadinya sengketa yang bermuara dengan dibawanya kasus ini oleh pihak yang merasa telah memiliki aset AAF ke meja hijau,” tambah Fakrul.

“Syukur pengadilan menolak semua gugatan PT Bumi Persada Lestari. Penolakan ini sangat sejalan dengan aspitrasi masyarakat, sejak semula tidak rela aset PT AAF beralih ke pihak swasta, karena kami menilai pengorbanan masyarakat melepas tanah leluhur kami kepada negara seakan sia-sia,” ujarnya.

Acara Syukuran atas kembalinya aset AAF kepada negara turut dihadiri Pj Gubernur Aceh Tarmizi Karim dan Anggota DPR-RI Marzuki Daud serta ulama dan para Muspida, Muspika Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Dalam sambutanya, Pj Gubernur menyampaikan, keberhasilan ini sangat patut disyukuri atas karunia yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat atas perjuangan yang melelahkan dan kesabaran serta kemulian akhlak kita dalam menjaga aset provit di seluruh Aceh.

“Insya Allah dalam waktu dekat di tahun 2012 ini, realisasinya akan terwujud, ini butuh 2 tahun untuk membangun kembali pabrik,” jelas Tarmizi. (Almasyari)

Sumber : http://atjehlink.com

Posted on May 17, 2012, in Artikel, Umum and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: